THORIEX BLOG
Selasa, 03 Mei 2016
BAHAYA NARKOBA
BAHAYA ALKOHOL
Bahaya Alkohol
Alkohol merupakan bahan utama dari aneka minuman keras. Kadar alkohol dalam minuman keras sendiri berbeda-beda. Beberapa contohnya yaitu bir, whisky, brendi, juga anggur. Untuk diketahui bahwa alkohol tak memiliki warna, berupa cairan bening, mudah menguap, bersifat memabukkan, mudah bergerak, rasa panas, mempunyai aroma khas, dan juga bersifat mudah terbakar. Jika terbakar, nyala api yang ditimbulkan berupa api biru tak berasap.
Orang-orang gemar konsumsi minuman beralkohol tersebut karena sifatnya yang memabukkan, jadi ketika mabuk orang tersebut akan lupa segala masalah yang harus dihadapinya. Padahal sebenarnya fungsi minuman beralkohol yang sesungguhnya itu untuk menghangatkan badan, khususnya di negara barat yang ada iklim saljunya. Tetapi banyak orang yang menyalahgunakan minuman ini. Mari baca selengkapnya.
Berdasarkan penelitian medis yang pernah dilakukan, ditemukan jika perilaku buruk seseorang yang terbiasa minum minuman yang mengandung alkohol berdampak negatif pada tubuh orang tersebut. Tak hanya itu, efek negatif juga akan dirasakan oleh sekitarnya. Biasanya orang yang mabuk karena konsumsi minuman beralkohol menjadi kurang bisa berpikir dan mudah emosi. Karena itu, terkadang orang lain yang menjadi korbannya.
Belum lagi kecelakaan kendaraan karena ketika mabuk, orang tersebut menyetir kendaraan. Tentu saja ini sangat berbahaya. Dan itu hanyalah beberapa contoh dari bahaya alkohol secara keseluruhan. Belum lagi dampak buruknya bagi kesehatan organ-organ dalam tubuh, yaitu:
Pada organ pankreas akan terjadi peradangan atau pancreatitis, kadar gula darah rendah, dan kanker.
Pada jantung, denyut jantung yang tak normal (Aritmia), dan gagal jantung.
Aterosklorosis, stroke, dan tekanan darah tinggi.
Kemampuan berjalan berkurang, kerusakan saraf pada tungkai dan lengan yang mengontrol pergerakan.
Kurang koordinasi, kebingungan, psikosa, dan ingatan jangka pendek buruk.
Penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan karena konsumsi minuman dengan alkohol
Alkohol bisa mengganggu sistem dari saraf simpatik, yang mempunyai fungsi mengatur konstruksi juga dilatasi (Pengecilan dan pelebaran) pembuluh darah. Kondisi ini sebagai reaksi dari tubuh atas stress, penggunaan tenaga, dan perubahan suhu.
Alkohol juga bersifat racun pada sel saraf, yang mengakibatkan kerusakan saraf, disebut juga dengan Neuropati alkoholik. Akan muncul rasa nyeri yang layaknya ditusuk-tusuk ke alat gerak, disfungsi ereksi, kelemahan otot, dan keinginan mendesak untuk segera buang air kecil.
Terlalu sering konsumsi minuman beralkohol juga bisa mengakibatkan gangguan liver. Alkohol bisa memicu liver supaya bekerja dengan lebih keras ketika menyaring cairan yang Anda minum tersebut. Oleh karenanya, liver pun akan membengkak, banyak mengandung air. Berdasarkan berbagai data yang ada, sekitar 10 hingga 20% pasien liver disebabkan oleh minuman alkohol.
Apabila Anda sudah terlanjur terkena penyakit liver, maka solusi yang dapat Anda coba adalah dengan konsumsi obat herbal yang tepat. Adapun obat atau bahan herbal yang cocok untuk mengatasi penyakit liver adalah herbal Sarang Semut
. Memang Sarang Semut
sudah terbukti mampu menyembuhkan berbagai penyakit berat.
. Memang Sarang Semut
sudah terbukti mampu menyembuhkan berbagai penyakit berat.
Tak hanya itu, Sarang Semut juga mampu mengobati penyakit kanker payudara
, paru-paru, rahim, usus, prostat, kulit serta kanker darah
. Apalagi sekarang sudah tersedia ekstrak dari Sarang Semut, sehingga apabila Anda hendak mengkonsumsinya sudah tidak sulit lagi. Bahkan harganya pun terjangkau. Sekian artikel mengenai bahaya alkohol untuk kesehatan, semoga bermanfaat.
, paru-paru, rahim, usus, prostat, kulit serta kanker darah
. Apalagi sekarang sudah tersedia ekstrak dari Sarang Semut, sehingga apabila Anda hendak mengkonsumsinya sudah tidak sulit lagi. Bahkan harganya pun terjangkau. Sekian artikel mengenai bahaya alkohol untuk kesehatan, semoga bermanfaat.
Minuman dengan Alkohol Berbahaya bagi KesehatanPankreas
Jantung
Pembuluh darah
Saraf
Otak
Penyakit yang Ditimbulkan oleh Bahaya Alkohol
Tekanan Darah Tinggi
Kerusakan Saraf
Gangguan Liver
Herbal untuk Menyembuhkan Liver karena Pengaruh Alkohol
Minggu, 09 Juni 2013
BAHAYA ROKOK
Sebatang Rokok yang kecil ternyata mengandung banyak racun yang mematikan, akan tetapi kebanyakan orang (yang notaben-nya memiliki kebiasaan bodoh dan menjijikan) tidak menghiraukannya walaupun sudah ditempel di setiap bungkus rokok akan bahayanya. Merokok sangat mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita mungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buru dik merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya. ASAP rokok merupakan polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Bukan hanya bagi kesehatan, merokok menimbulkan pula problem di bidang ekonomi. Di negara industri maju, kini terdapat kecenderungan berhenti merokok, sedangkan di negara berkembang, khususnya Indonesia, malah cenderung timbul peningkatan kebiasaan merokok.
Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun.
Laporan WHO tahun 1983 menyebutkan, jumlah perokok meningkat 2,1 persen per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1,1 persen per tahun. Penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa 64,8 persen pria dan 9,8 persen wanita dengan usia di atas 13 tahun adalah perokok. Bahkan, pada kelompok remaja, 49 persen pelajar pria dan 8,8 persen pelajar wanita di Jakarta sudah merokok. Studi di Semarang tahun 1973 oleh Prof Boedi Darmojo mendapatkan prevalensi merokok pada 96,1 persen tukang becak, 79,8 persen paramedis, 51,9 persen pegawai negeri, dan 36,8 persen dokter .
Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).
Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.
Asap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.
Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti.
Umumnya fokus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan CO. Kedua bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga merugikan kerja miokard.
Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya.
Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.
Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.
Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah.
Di samping itu, asap rokok mempengaruhi profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.
Langganan:
Postingan (Atom)

